Friday, October 23, 2015

makalah sejarah perkembangan teori manajeman


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Seperti diketahui ilmu manajemen berkembang terus hingga saat ini. Ilmu manajemen memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajer.
IImu manajemen merupakan salah satu disiplin ilmu sosial. Pada tahun 1886 Frederick W. Taylor melakukan suatu percobaan time and motion study dengan teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas.
Kemudian Taylor menulis buku berjudul The Principle of Scientific Management (1911) yang merupakan awal dari lahirnya manajemen sebagai ilmu.
Di samping itu ilmu manajemen sebagai ilmu penegtahuan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 
1.      Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih. 
2.      Adanya kerjasama dari kelompok tersebut. 
3.      Adanya kegiatan/proses/usaha 
4.      Adanya tujuan

Selanjutnya ilmu manajemen merupakan kumpulan disiplin ilmu sosial yang mempelajari dan melihat manajemen sebagai fenomena dari masyarakat modem. Dimana fenomena masyarakat modem itu merupakan gejala sosial yang membawa perubahan terhadap organisasi.
Oleh karena itu makalah ini berisikan uraian tentang perkembangan (evolusi), teori manajemen dari masa ke masa. Selain memberikan gambaran bagaimana aliran pikiran masa lalu diharapkan tulisan ini dapat memberikan sumbangan terhadap ruang lingkup dan perkembangan ilmu manajemen. Makalah ini juga membahas tentang terjadinya perkembangan (evolusi) ilmu manajemen. Dimana dalam ilmu manajemen dikemukakan ada beberapa aliran sebagai dasar pemikiran yang dibagi berdasarkan aliran organisasiklasik, aliran hubungan manusiawi dan manajemen modern yang merupakan cikal bakal teori manajemen yang berkembang terus dengan berbagai aliran lainnya.
Adapun aliran pemikiran klasik dikenal dengan pendekatan proses dan produk, sedangkan aliran hubungan manusiawi lebih melihat dari sisi bagaimana sumber daya manusia yang berada dalam organisasi. Seseorang manajer hendaklah mempelajari dan memahami secara keseluruhan tentang perkembangan (evolusi) manajemen yang telah rnenghasilkan teori-teori manajemen yang muncul dari berbagai aliran, sehingga manajer dapat menggunakan teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu. Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi bagaimanapun kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat keputusan yang baik.


1.2              Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perkembangan teori manajemen ?
2.      Apa yang dimaksud dengan teori manajemen klasik menurut beberapa ahli ?
3.      Apa yang dimaksud dengan teori manajemen ilmiah menurut beberapa ahli?
4.      Apa yang dimaksud dengan teori manajemen modern menurut beberapa ahli?
1.3              Manfaat Pembahasan
1.      Menjelaskan perkembangan teori manajemen.
2.      Menjelaskan teori manajemen klasik menurut beberapa ahli.
3.      Menjelaskan teori manajemen ilmiah menurut beberapa ahli.
4.      Menjelaskan teori manajemen modern menurut beberapa ahli.



BAB II
PEMBAHASAN
 2.1      SEJARAH  MANAJEMEN
            Manajemen sebenarnya sudah ada semenjak keberadaan manusia. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan bangunan-bangunan ataupun monumen-monumen yang dibangun oleh peradaban kuno. Seperti dibangunnya Piramid Cheops oleh arsitek Mesir kuno pada tahun 3000 SM. Di Indonesia, manajemen sudah dipraktikkan semenjak masa prasejarah. Adanya Candi Borobudur pada abad ke-8 dan Candi Prambanan pada abad ke-9 merupakan salah satu bukti bahwa manajemen sudah lama dipraktikkan di Indonesia.[1]
            Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400an di kota Venesia, Italia yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Pada masa berikutnya, manajemen mulai dikenal luas ketika tahun 1776 Adam Smith, seorang pemikir ekonomi Inggris, menerbitkan bukunya yang berjudul:”An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang.
            Dalam dua abad setelah zaman Adam Smith dunia telah menjadi sangat berkembang. Dalam masa hidup Adam Smith, Revolusi industri baru saja akan bermula. Sekarang ini keguatan industri sudah sangat canggih dan teknologi yang digunakaan sudah sangat berbeda. Juga organisasi perusahaan sudah jauh lebih rumit.[2](Sukirno, 3:2009)
2.1       PERKEMBANGAN TEORI MANEJEMEN
Secara garis besar, dalam perkembangannya teori manajemen dapat dibagi menjadi 4 jenis aliran. Yaitu aliran Manajemen ilmiah (1870-1930), aliran Teori Organisasi Klasik (1900-1940), aliran Hubungan Manusiawi (1930-1940), dan aliran Manajemen Modern (1940- sekarang). Pembahasan perkembangan teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen selanjutnya dapat dilakukan dengan menguraikan para tokoh dan gagasan-gagasan mereka.
A.    Manajemen Ilmiah (1870-1930)
            Airan manajemen ini mencapai namanya berdasar filsafat dasar bahwa: Semua tugas yang berkaitan dengan produksi fisik atau fungsi-fungsi manajerial dapat dan harus dianalisis melalui metode ilmu pengetahuan yang mencakup: Pengumpulan data atau observasi, perumusan hipotesis, pengujian dan implementasi aktual. Sedangkan cirri-ciri pokoknya adalah: penerapan metode ilmiah terhadap problem-problem produksi, studi tentang waktu, studi tentang gerakan, organisasi fungsional.[3] (Winardi 49:1995) Tokoh-tokohnya adalah:
            Frederick W. Taylor (1856-1915) ialah orang pertama yang mengembangkan manajemen ilmiah. Ia seorang ahli teknik mesin yang memulai pekerjaannya di pabrik baja Midvale Steel Company Philadelpia (USA). Pada tahun 1886, ia meneliti usaha-usaha untuk meningkatkan kerja berdasarkan waktu dan gerak.[4]( Husaini, 33:2013).
            Taylor kemudian menuangkan gagasannya dalam tiga judul makalah, yaitu The Principles of Scientific Management, Testimony Before the Special House Committee dan Shop Management yang kemudian dirangkum dalam bukunya berjudul Scientific Management.Taylor telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mencapai efisiensi.[5] (Handoko, 43:2009)
Empat prinsip dasar pemikiran Taylor adalah sebagai berikut ini.
1.         Setiap pekerjaan yang dilakukan seseorang harus diuraikan menurut bagian-bagiannya,dan cara ilmiah untuk melakukan setiap bagian dari pekerjaan tersebut harus ditentukan
2.         Harus ada kerjasama yang baik antara manajer dengan pekerja
3.         Harus ada pembagian kerja antara manajer dan pekerja
4.         Manajer harus melakukan kegiatan supervise, memberikan perintah dan merancang apa yang harus dikerjakan sedangkan pekerja harus bebas mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka.
            Frank dan Lillian Gilbreth (1868-1924 dan 1878-1972) merupakan kontributor utama aliran manajemen ilmiah. Frank Gilbreth adalah pelopor pengembangan study gerakdan waktu, menciptakan berbgai teknik manajemen yang diilhai oleh Taylor.
            Henry L. Gantt (1861-1919). Seperti Taylor, Gantt mengemukakan gagasan-gagasan (1) kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen, (2) seleksi ilmiah pekerja, (3) sistem bonus untuk merangsang pekerja, (4) instruksi-instruksi kerja yang rinci harus digunakan.[6] (Husaini, 35:2013).
            Harrington Emerson (1853-1931) yang terkenal dengan 12 prinsip-prinsip efisiensi, yang secara ringkas adalah sebagai berikut: Tujuan dirumuskan dengan jelas, kegiatan yang dilakukan masuk akal,adanya staf yang cukup, disiplin, balas jasa yang adil, pemberian perintah,adanya standar-standar dan skedul-skedul, kondisi yng distandardisasi, operasi yang distandardisasi, instruksi-intruksi praktis tertulis yang standar, dan balas jasa efisiensi. (Handoko, 45:2009)
B.        Teori Organisasi Klasik (1900-1940)
            Aliran manajemen ini memusatkan pemikiran pada: masalah- masalah departementasi, koordinasi dan organisasi yang tercakup dalam dalam desain dan manajemen organisasi-organisasi. Ciri-ciri utama aliran manajemen ini adalah: Orientasi makro untuk desai administrative dan mengandalkan diri pada pengalaman dan intuisi dan bukan pada data empiric.[7]
Teori organsasi klasik dibedakan atas dua perspektif manajemen, yaitu manajemen ilmiah dan manajemen adinistratif. Teori organisasi klasik disebut juga teori administrasi atau teori manajemen administrative. Salah seorang tokohnya bernama Henri Fayol. Fayol terkenal sebagai “Bapak Teori Ilmiah”.[8]
            Fayol juga membagi operasi perusahaan menjadi enam kegiatan yaitu (1)  teknik: produksi dan manufacturing produk, (2) komersial: pembelian bahan baku dan penjualan produk, (3) keuangan: perolehan dan penggunaan modal, (4) keamanan: perlindungan karyawan dan kekayaan, (5) akuntansi: pelaporan dan neraca keuangan, pencatatan laba, serta pencatatan statistic, (6) Manajerial dan teknik-teknik kepemimpinan.[9]
            James D. Mooney, eksekutif General Motors, mengkategorikan prinsip-prinsip manajemen tertentu. Dia mendifinisikan organisasi sebagai sekelompok, dua atau lebih, orang yang bergabung untuk tujuan tertentu. Menurut Mooney, untuk merancang sebuah organisasi perlu diperhatikan empat kaidah dasar, yaitu (1) koordinasi, syarat-syarat adanya koordinasi meliputi wewenang,saling melayani, doktrin dan disiplin, (2) prinsip scalar, proses scalar mempunyai prinsip, prospek dan pengaruh sendiri yang tercermin dari kepemiminan, delegasi dan definisi fungsional, (3) prinsip fungsional, adanya fungsionalisme bermacam-macam tugas yang berbeda, dan (4) prinsip staf,kejelasan perbedaan antara staf dan lini.[10]
            Urwick (1891-1983) adalah seorang konsultan manajemen. Ia adalah seorang murid yang sangat rajin, yang keudian menulis buku yang komprehensif tentang pengetahuan manajemen dengan judul, The Element of Administration. Dalam buku tersebut, ia mengumpulkan dan menggabungkan pendapat para ahli sepertiTaylor, Fayol, dan seterusnya.Oleh karena itu, ia bukanlah seorang innovator administrasi, tetapi seorang kolektor pendapat tentang administrasi.[11]
            Mary Parker Follet (1868-1933) dan juga Barnard bertindak sebagai jembatn antara teori klasik dan hubungan manusiawi, karena pemikiran mereka berdasarkan kerangka kasik, tetapi memperkenalkan beberapa unsur baru tentang aspek-aspek hubungan manusiawi.(Handoko, 47:2009). Esensi dari pemikran Follet adalah hubungan kerja yang baik tercipta dari kebersamaan orang-orang bukan dibawah perintah seseorang. Idenya ialah mengganti power over dengan power with dan menekankan pentingnya pengendalian diri sendiri daripada pengendalian oleh orang lain. Pendapat Follet yang terkenal mengenai manajemen adalah “bekerja melalui orang lain.[12] (Husaini, 44:2013)
            Chaster I. Barnard (1886-1961), presiden perusahaan Bell Telephone di New Jersey, menulis bermacam-macam subyek manajemen dalam bukunya The Functions Of the Executive pada tahun 1938. Dia memandang organisasi sebagai system kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi utama manajemen, menurut pandangan Barnard, adalah perumusan tujuan dan pengadan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.[13]
C.                Aliran Hubungan Manusiawi
Pada tahap aliran perilaku atau hubungan manusiawi organisasi melihat pada hakikatnya adalah sumber daya manusia. Aliran ini mernandang aliran klasik kurang lengkap karena terlihat kurang mampu rnewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dengan keharmonisan di tempat kerja. Manusia dalam sebuah organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan prilakunya karena sering juga tidak rasional. Oleh sebab itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi rnanusia, melalui antar lain ilmu sosiologi dan psikologi
D.         Aliran Manajemen Modern                                                                            
            Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur yang pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal dengan perilaku organisasi, dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif. Ada tiga pendekatan yang sering dipakai dalam aliran manajemen modern yaitu, pendekatan perilaku organisasi, pendekatan sistem, dan pendekatan kontingensi.[14]


a.      Pendekatan Perilaku Organisasi
Pendekatan ini memandang bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh system sosialnya.
Aliran Kuantitatif
Alran kuatitatif atau yang disebut juga aliran management science digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal, manajemen aliran kas, scheduling produksi, dan lain-lain. Langkah-langkah pendekatan management science biasanya adalah sebagai berikut:
1.      Perumusan masalah
2.      Penyusunan suatu model matematis
3.      Mendapatkan penyelesaian dari model.
4.      Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model.
5.      Penetapan pengawasan atas hasil-hasil.
6.      Pelaksanaan hasil dalam kegiatan-implementasi.[15]
b.      Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem pada manajemen bermaksud untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Pendekatan system member manajer cara memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan ekternal yang lebih luas.
Sebagai suatu pendekatan manajemen, system mencakup baik sitem-sistem umum maupun khusus dan analisis umum maupun terbuka. Pendekatan system umum pada manajemen dapat dikaitkan dengan konsep-konsep organisasi formal dan teknis, filosofis dan sosiopsikologis. Sedangkan analisis system manajemen spesifik meliputi bidang-bidang seerti struktur organisasi, desain pekerjaan, akuntansi,system informasi serta mekanisme perencanaan dan pengawasan.
c.       Pendekatan Kontingensi
Pendekatan ini mencoba untuk menerapkan berbagai pendekatan manajemen terdahulu pada kehidupan nyata atau kondisi dan situasi tertentu. Perbedaan kondisi dan situasi tertentu memerlukan pendekatan tertentu pula.
Hal ini berdasarkan pengalaman bahwa teknik-teknik manajemen yang sangat efektif diterapkan dalam situasi tertentu ternyata tidak efektif pada situasi lain. Menurut pendekatan ini, tugas manajer adalah mengidetifikasi teknik tertentu yang paling cocok diterapkan pada situasi tertentu dalam mencapai tujuan organisasi karena tidak satupun teknik manajemen yang bersifat universal yang dapat diterapkan dalam setiap situasi dan kondisi.[16]






BAB III
PENUTUP
3.1           KESIMPULAN
          Keberadaan manajemen telah ditemukan semenjak adanya peradadaban manusia. Namun secara keilmuan, manajemen baru terumuskan kurang lebih di abad 18 atau awal abad 19 Masehi. Diantara tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (1771-1858) dan Charles Babbage (1972-1871). Owen seorang pembaru dan indrustrialisasi dari Inggris adalah di antara tokoh pertama yang menyatakan perlunya sumber daya manusia di dalam organisasi dan kesejahteraan pekerja. Sedangkan Babbage seorang ahli matematika dari Inggris orang yang pertama kali berbicara mengenai pentingnya efisiensi dalam proses produksi.
          Perkembangan teori manajemen dimulai dari teori manajemen klasik dengan pemikiran manajemen ilmiah dari Taylor dan teori organisasi klasik dari Mayo. Manajemen ilmiah menekankan pada upaya menemukan metode terbaik untuk melakukan tugas manajemen secara ilmiah. Sedangkan teori organisasi klasik menekankan pada kebutuhan mengelola organisasi yang kompleks yang menfokuskan pada upaya menetapkan dan menerapkan prinsip dan keterampilan yang mendasari manajemen yang efektif. Perkembangan yang memberikan fokus yang sangat berbeda dari teori manajemen klasik disebut teori manajemen hubungan manusia yang ditandai dengan perubahan fokus manajemen yang lebih menekankan pada perilaku baik pada perilaku manusia maupun perilaku organisasi. Manajemen yang baik menurut teori neo klasik ini adalah manajemen yang menfokuskan diri pada pengelolahan staf secara efektif yang didasari akan pemahaman yang mendalam dari segi sosiologis maupun psikologis. Perkembangan selanjutnya yaitu dengan menekankan pendekatan sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan. Namun saat ini penerapan manajemen didasarkan pada pendekatan kontingensi yang memadukan antara aliran ilmiah dengan perilaku dalam suatu sistem yang diterapkan menurut situasi dan lingkungan yang dihadapi.
3.2       SARAN
Berdasarkan materi makalah PERKEMBANGAN ILMU MANEMEN di atas, maka ada empat unsur pokok yang kami sarankan agar pembaca memeperhatikan, pembahasan tersebut. Karena keempat unsur inilah, merupakan induk sejarah sehingga terbentuklah ilmu tentang manajemen. Dan dengan mempelajari  sejarah perkembangan teori ekonomi dapat menambah wawasan bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya








[1] Usman, Husaini, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, 2013. Hal 31

[2] Handoko, Hani, Manajemen, BPFE-YOGYAKARTA, 2009. Hal 3
[3] Winardi. 2001. sejarah pemikiran dalam bidang manajemen. Mandar maju.
Bandung. Hal 50
[4] Usman, Husaini, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, 2013. Hal 33
[5] Handoko, Hani, Manajemen, BPFE-YOGYAKARTA, 2009. Hal 44
[6] [6] Usman, Husaini, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, 2013. Hal 35
[7] Winardi. 1995. sejarah pemikiran dalam bidang manajemen. Mandar maju. Hal 50
Bandung. Hal 50
[8] Usman, Husaini, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, 2013. Hal 37
[9] Usman, Husaini, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, 2013. Hal 37
[10] Handoko, Hani, Manajemen, BPFE-YOGYAKARTA, 2009. Hal 47
[11] Usman, Husaini, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, 2013. Hal 39
[12] Usman, Husaini, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, 2013. Hal 44
[13] [13] Handoko, Hani, Manajemen, BPFE-YOGYAKARTA, 2009. Hal 49
[14] Sule, Ernie Trisnawati, Kurniawan Saefulloh. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta: Prenada Media Group.
[15] Handoko, Hani, Manajemen, BPFE-YOGYAKARTA, 2009. Hal 55
[16] Usman, Husaini, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, 2013. Hal 57

No comments: