Thursday, November 19, 2015

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU DARI MASA YUNANI SAMPAI MODERN DAN SEKARANG

BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
Berangkat dari kegelisahan yang ada dalam setiap  diri manusia, dimana kita selalu dihadapkan pada problematis yang disajikan para founding father kita. Mereka sering menyajikan goresan tintanya diatas kertas yang berbeda-beda dengan yang lainnya, sehingga menuntut kita untuk bisa memfilter dan memilah, bahkan menerobos jauh sehingga kita bisa membedakan mana sejarah yang dibuat secara subjektif (berdasarkan diri sendiri) dan sejarah secara objektif (berdasarkan realitas yang ada).
Makalah ini berusaha mengkaji dan menganalisis tentang “Sejarah Perkembangan Ilmu dari masa yunani sampai masa modern dan sekarang”. Sebagai aktor sejarah, manusia sekaligus sebagai peneliti, pengkaji, penganalisis sejarah. Dimana filsafat disini harus difahami sebagai metode yang melalui medium peninggalan jejak-jejak masa lampau, apapun bentuk jejak-jejak itu. Ber-filsafat menghantarkan kita pada suatu fragmen sejarah yang selama ini dipahami hanya sang sejarawan-lah yang mampu menginterpretasikannya.
Dewasa ini, dimana setelah filsafat mendapatkan kejayaannya kembali. Terbukti dengan banyak hadirnya jurusan filsafat di Universitas-universitas ternama di Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa filsafat bukan lagi sebagai hantu dalam dunia pendidikan, namun sebaliknya. Filsafat kekinian, selain sebagai medium untuk menganalisa atas ambiguitas kepingan sejarah yang sangat terbatas, filsafat juga sebagai penyelamat sejarah. Dimana terjadi banyak perdebatan mengenai eksistensi sejarah sebagai ilmu pengetahuan (epistemologi), namun melalui renungan-renungan filsafat lah sejarah bukan lagi sebatas dongeng belaka.
B.           Rumusan masalah
1.     Bagaimana sejarah perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Pra Yunani ?
2.     Bagaimana sejarah perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Yunani  ?
3.     Bagaimana sejarah perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Abad pertengahan ?
4.     Bagaimana sejarah perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Renaissance ?
5.     Bagaimana sejarah perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Modern ?
6.     Bagaimana sejarah perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman sekarang ?
C.           Tujuan Penulisan
1.  Mengetahui dengan jelas proses perkembangan ilmu dari zaman Yunani , hingga zaman modern.
2.  Memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen mata kuliah Filsafat Ilmu.




BAB II
PEMBAHASAN

1.      Periodisasi  Perkembangan Ilmu pengetahuan.
Perkembangan pemikiran secara teoritis senantiasa mengacu kepada peradaban Yunani. Periodesasi ilmu dimulai dari peradaban Yunani dan diakhiri pada zaman kontemporer. Berikut ini merupakan periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan sejak zaman pra-Yunani kuno sampai dengan zaman kontemporer

Pemikiran filsafat banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Namun pada dasarnya baik di Barat, India dan Cina muncul dari yang sifatnya religius. Di Yunani dengan mitosnya, di India dengan kitabnya Weda (Agama Hindu), dan di Cina dengan Confusiusnya. Di Barat mitos dapat lenyap sama sekali dan rasio yang menonjol, sedangkan di India filsafat tidak pernah bisa lepas dengan induknya dalam hal ini agama Hindu. Pembagian secara periodisasi filsafat Barat adalah Zaman Kuno, Zaman Abad Pertengahan, Zaman Modern dan masa kini. Pembagian secara periodisasi filsafat India adalah periode Weda, Wiracarita, Sutra-sutra, dan Skolastik. Pembagian secara periodisasi filsafat Cina adalah Zaman Kuno, Zaman Pembauran, Zaman Neo-Konfusionisme, dan Zaman Modern. Untuk sejarah perkembangan ilmu pengetahuan disini pembahasan mengacu kepemikiran filsafat di Barat.
Perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak, melainkan terjadi secara bertahap, evolutif. Karena untuk memahami sejarah perkembangan ilmu mau tidak mau harus melakukan pembagian atau klasifikasi secara periodik, karena setiap periode menampilkan ciri khas tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan pemikiran secara teoritis senantiasa mengacu kepada peradaban Yunani Kuno dan diakhiri pada zaman kontemporer.
A.       Zaman Pra Yunani
Pada masa ini manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan. Oleh karena itu, zaman pra Yunani Kuno disebut juga zaman Batu yang berkisar antara empat juta tahun sampai 20.000 tahun Sebelum Masehi sisa peradaban manusia yang ditemukan pada masa ini (dalam Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat, 1996) antara lain :
a.       Alat-alat dari batu
b.      Tulang belulang hewan
c.       Sisa beberapa tanaman
d.      Gambar di gua-gua
e.       Tempat penguburan
f.       Tulang-belulang manusia purba
Pada abad ke-6 SM di Yunani muncul lahirnya filsafat. Timbulnya filsafat ditempat itu disebut suatu peristiwa ajaib (the greek miracle). Ada beberapa faktor yang sudah mendahului dan seakan-akan mempersiapkan lahirnya filsafat di Yunani. Beberapa faktor tersebut diantaranya : pada bangsa Yunani dan bangsa-bangsa sekitarnya terdapat suatu mitologi yang kaya dan luas, Kesusastraan Yunani berupa puisi karya Homeros yang sangat digemari oleh rakyat untuk mengisi waktu terluang dan serentak juga mempunyai nilai edukatif, dan pengaruh ilmu pengetahuan yang pada waktu itu sudah terdapat di Timur Kuno.
Pada zaman pra Yunani Kuno di dunia ilmu pengetahuan dicirikan berdasarkan know how yang dilandasi pengalaman empiris. Disamping itu, kemampuan berhitung ditempuh dengan cara one-to one correspondency atau mapping process. Contoh, cara menghitung hewan yang akan masuk dan keluar kandang dengan menggunakan kerikil. Namun pada masa ini manusia sudah mulai memperhatikan keadaan alam semesta sebagai suatu proses alam. Dengan demikian lama kelamaan mereka juga memperhatikan dan menemukan hal-hal lainnya.
B.        Zaman Yunani
Zaman Yunani dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada zaman ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Yunani pada masa itu dianggap sebagai gudang ilmu dan filsafat, karena bangsa Yunani pada masa itu tidak lagi mempercayai mitologi-mitologi. Bangsa Yunani juga tidak dapat menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap receptive attitude (sikap menerima begitu saja), melainkan menumbuhkan sikap an inquiri attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis). Sikap belakangan inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern. Sikap kritis inilah menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai ahli pikir terkenal sepanjang masa. Beberapa filsuf pada masa itu antara lain Thales, Phytagoras. Socrates, Plato, dan Aristoteles.


C.       Zaman Renaissance ( pertengahan)
Zaman ini berlangsung pada awal abad 14 M  sampai dengan abad 17 M. Renaissance sering diartikan denagn kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu di lahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran – ajaran agama. Zaman abad pertengahan ditandai dengan tampilnya para teolog di lapangan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan pada masa ini hampir semua adalah para teolog, sehingga aktivitas terkait dengan aktivitas keagamaan. Semboyan yang berlaku bagi ilmu pada masa ini adalah ancilla theologia atau abdi agama. Namun demikian harus diakui bahwa banyak juga temuan dalam bidang ilmu yang terjadi pada masa ini.
Periode abad pertengahan mempunyai perbedaan yang mencolok dengan abad sebelumnya. Perberdaan itu terletak pada dominasi agama. Timbulnya agama Kristen yang diajarkan oleh Nabi Isa as. pada permulaan abad Masehi membawa perubahan besar terhadap kepercayaan keagamaan.
Agama Kristen menjadi problem kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah yang merupakan kebenaran yang sejati. Hal ini berbeda dengan pandangan Yunani Kuno yang mengatakan bahwa kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal. Mereka belum mengenal adanya wahyu.
Beberapa tokoh ilmuwan yang berpengaruh di masa ini ialah sebagai berikut :
1.      Al Farabi (870 M -950 M). Adalah seorang komentator filsafat  Yunani yang sangat ulung di dunia islam. Kontribusinya terletak di berbagai bidang matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al- farabi telah membuat berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, kitab Al-musiqa. Selain itu, karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al- fadhilah (kota atau Negara utama) yang membahas tentang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara razim yang paling baik menurut pemahaman dengan hukum ilahian Islam.
2.      Al-Khawarizmi (780 M – 850 M), hasil pemikiran berdampak besar pada matematika, yang terangkum dalam buku pertamanyanya, Al-jabar, selain itu karyanya adalah Al-kitab Al- mukhtasar  fi hisab Al-jabr  wa’al – muqalaba (buku rangkuman untuk kulturasi dengan melengkapkan dan menyeimbangkan), kitab surat Al-ard (Pemandanganan Bumi). Karyanya tersebut sampai sekarang masih tersimpan di Strassberg, Jerman.
3.      Al – Kindi (801 M – 873 M), bisa dikatakan merupakan filsuf pertama yang lahir dari kalangan islam. Al-kindi menuliskan banyak karya dalam bidabg goemetri , astronomi, aritmatika, musik (yang dibangunya dari berbagai prinsip aritmatis), fisika, medis, psikologi, meteorology, dan politik.
4.      Al-Ghazali (1058 M – 111 M) adalah seorang filsuf dan theolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat. Karya beliau berupa kitab-kitab, antara lain kitab Al – munqidih min adh – dalal, Al – risalah  al – quadsiyyah, dan mizan al – Amal.


D.       Zaman Modern
Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman Renaissance. Seperti Rene Descartes, tokoh yang terkenal sebagai bapak filsafat modern. Rene Descartes juga seorang ahli ilmu pasti. Penemuannya dalam ilmu pasti adalah sistem koordinat yang terdiri atas dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar. Isaac Newton dengan temuannya teori gravitasi. Charles Darwin dengan teorinya struggle for life (perjuangan untuk hidup). J. J. Thompson dengan temuannya elektron.
E.       Zaman Kontemporer (sekarang)
Zaman kontemporer ini ditandai dengan penemuan berbagai teknologi canggih. Teknologi canggih komunikasi dan informasi termasuk salah satu yang mengalami kemajuan sangat pesat. Mulai dari penemuan komputer, berbagai satelit komunikasi, internet, dan sebagainya. Bidang ilmu lain juga mengalami kemajuan pesat, sehingga terjadi spesialisasi ilmu yang semakin tajam. Ilmuwan kontemporer mengetahui hal yang sedikit, tetapi secara mendalam. Ilmu kedokteran semakin menajam dalam spesialis dan subspesialis atau super-spesialis, demikian pula bidang ilmu lain. Disamping kecenderungan kearah spesialisasi, kecenderungan lain adalah sintesis antara bidang ilmu satu dengan lainnya, sehingga dihasilkannya bidang ilmu baru seperti bioteknologi yang dewasa ini dikenal dengan teknologi kloning.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
a.       Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan tidak hanya untuk memahami masa lampau dalam pandangan masa kini, akan tetapi juga berusaha untuk membuat proyeksi ke masa depan.
b.      Ruang Lingkup sejarah perkembangan ilmu pengetahuan yaitu berkutat pada penjelasan tentang perbuatan manusia yang sudah terjadi, sedang terjadi dan mungkin yang akan terjadi beserta penyebab-penyebabnya.
c.       Sejarah Perkembangan ilmu pengetahuan : Sejarah pada Zaman Pra Yunani, Zaman Yunani, Abad Pertengahan, Zaman Renaissance, Zaman Modern dan Zaman Kontemporer.
B.     Saran
            Kami sadar dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan. Untuk itu kritik, saran dan pendapat yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari para pembaca untuk perbaikan yang akan datang.



Daftar Pustaka
Murtiningsih, Wahyu. 2012. Para Filsuf dari Plato sampai Ibnu Bajjah. Yogjakarta: Diva Press.
Surajito. 2010. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Cetakan Kelima. Jakarta: Bumi Aksara.
Poejawidjatna, Prof., Ir., Tahu Dan Pengetahuan “Pengantar ke Ilmu dan Filsafat”, Rineka Cipta, Jakarta, 1998
Bakhtiar Amsal, H., Dr,. M.A., Filsafat Ilmu, Logos, Jakarta, 2005
Mawardi, Drs., Nur Hidayati, Ir., IAD-ISD-IBD, Pustaka Setia, Bandung, 2009



No comments: