20 METODE-METODE DALAM MENGAJAR.
1.
Metode pembelajaran picture
and picture
Model
pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan
gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini
memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan. Model Pembelajaran
ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar
ini menjadi factor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses
pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam
bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar. Atau jika di sekolah
sudah menggunakan ICT dalam menggunakan Power Point atau software yang lain. Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Picture and Picture:
Kelebihan:
1.
Guru lebih mengetahui kemampuan
masing-masing siswa.
2.
Melatih berpikir logis dan
sistematis.
3.
Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan
sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam
praktik berpikir,
4.
Mengembangkan motivasi untuk belajar
yang lebih baik.
5.
Siswa dilibatkan daiam perencanaan
dan pengelolaan kelas
Kekurangan:
1. Memakan
banyak waktu
2.
Banyak siswa yang pasif.
3.
Guru khawatir bahwa akan terjadi
kekacauan dikelas.
4.
Banyak siswa tidak senang apabila
disuruh bekerja sama dengan yang lain
5.
Dibutuhkan dukungan fasilitas, alat
dan biaya yang cukup memadai
2.
Model pembelajaran Kepala bernomor
struktur
a.
Pengertian
Untuk mengembangkan potensi to live together salah
satunya melalui model pembelajaran kooperatif. Aktivitas pembelajaran
kooperatif menekankan pada kesadaran siswa perlu belajar untuk mengaplikasikan
pengetahuan, konsep, keterampilan kepada siswa yang membutuhkan atau anggota
lain dalam kelompoknya, sehingga belajar kooperatif dapat saling menguntungkan
antara siswa yang berprestasi rendah dan siswa yang berprestasi tinggi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Slavin (Ibrahim,
2000:16) tentang pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar pada
semua tingkat kelas dan semua bidang studi menunjukkan bahwa kelas kooperatif menunjukkan
hasil belajar akademik yang signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok
kontrol. Salah satu
model pembelajaran kooperatif yaitu tipe NHT (Numbered Heads Together). Model
ini dapat dijadikan alternatif variasi model pembelajaran sebelumnya. Dibentuk
kelompok heterogen, setiap kelompok beranggotakan 3-5 siswa, setiap anggota
memiliki satu nomor, guru mengajukan pertanyaan untuk didiskusikan bersama
dalam kelompok. Guru menunjuk salah satu nomor untuk mewakili kelompoknya.
Menurut Muhammad Nur (2005) model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada
dasarnya merupakan sebuah variasi diskusi kelompok dengan ciri khasnya adalah
guru hanya menunjuk seorang siswa yang mewakili kelompoknya tanpa memberitahu
terlebih dahulu siapa yang akan mewakili kelompoknya tersebut. Sehingga cara
ini menjamin keterlibatan total semua siswa. Cara ini upaya yang sangat baik
untuk meningkatkan tanggung jawab individual dalam dalam diskusi kelompok.
Number Head
Together adalah suatu Model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada
aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai
sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas (Rahayu, 2006). NHT pertama
kali dikenalkan oleh Spencer Kagan dkk (1993). Model NHT adalah bagian dari
model pembelajaran kooperatif struktural, yang menekankan pada
struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi
siswa. Struktur Kagan menghendaki agar para siswa bekerja saling bergantung
pada kelompok-kelompok kecil secara kooperatif. Struktur tersebut dikembangkan
sebagai bahan alternatif dari sruktur kelas tradisional seperti mangacungkan
tangan terlebih dahulu untuk kemudian ditunjuk oleh guru untuk menjawab
pertanyaan yang telah dilontarkan. Suasana seperti ini menimbulkan kegaduhan
dalam kelas, karena para siswa saling berebut dalam mendapatkan kesempatan
untuk menjawab pertanyaan peneliti (Tryana, 2008). Menurut Kagan (2007) model
pembelajaran NHT ini secara tidak langsung melatih siswa untuk saling berbagi
informasi, mendengarkan dengan cermat serta berbicara dengan penuh perhitungan,
sehingga siswa lebih produktif dalam pembelajaran.
No comments:
Post a Comment